do'a seorang santri...,




Alhamdulillah ya Allah
wahai yang Maha Menatap, wahai yang Maha Agung dan maha Perkasa.

ya Allah, wahai yang Maha Tahu segala lumuran aib dan maksiat, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami selama ini. ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami. ampunilah diri-diri kami ya alloh, tolonglah kami ya Rabb. bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran kelam masa lalu kami.

robbana dzolamna anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriin.

ya Allah ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami. ampuni jikalau selama ini kami pernah mendzoliminya, jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi ya Alloh. Rabb ampuni kedua orangtua kami, bahagiakan, muliakan sisa umurnya ya alloh. jadikan akhir hayatnya khusnul khotimah. kami mohon kepadamu ya alloh lindungi kami dari mati suul khotimah.cahayai kuburnya, kami benar-benar memohon padamu, lindungi dari siksa kubur ya alloh. jadikan doa kami menjadi cahaya bagi hatinya, cahaya bagi kuburnya.

Rabb balaslah kebaikan orang-orang yang berbuat baik kepada kami. Para donatur pesantren kami, seluruh asatidz kami. Dan semua orang yang telah berjasa membantu kami belajar di pesantren ini. Mudahkanlah segala ihtiyar kebaikannya. Lancarkan rejekinya. Berkahilah keluarganya. Dan golongkanlah mereka sebagai ahli surgamu ya Allah.

ya Allah bukakan hati kami agar dapat merasakan keagunganmu.
jadikan kening ini menjadi kening yang selalu nikmat bersujud kepadamu. jadikan mata kami menjadi mata yang selalu akrab dengan ayat-ayatmu Ya Alloh. golongkan telinga ini, menjadi telinga yang selalu rindu mendengar kebenaranmu. jadikan lisan kami menjadi lisan yang terpelihara, yang selalu basah menyebut namamu, yang dapat menjadi cahaya ilmu yang dapat menjadi jalan kebaikan, kemuliaan bagi umatmu. Jadikan kami menjadi ahli Qur’an mu ya Rabb...

ya Alloh karuniakan kepada kami jasad yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram, perbuatan haram. ijinkan jasad ini pulang, kelak jasad yang bersih ya alloh. ya allah karuniakan kepada kami hati yang bening, hati yang tidak pernah bisa lupa kepadamu, hati yang tidak pernah kesepian karena teringat kepadamu. Hati yang terpesona kepadamu, hati yang selalu tentram karena yakin akan jaminanmu,hati yang selalu kaya karena yakin akan pemberianmu, hati yang selalu merasa aman karena yakin akan perlindunganmu yang maha kokoh. golongkan hari-hari kami menjadi hari-hari yang penuh kerinduan, rindu ingin bisa pulang berjumpa denganmu ya alloh.

ya allah jangan biarkan persoalan yang kami hadapi membuat kami mengkhianatimu, melainkan jadikan apapun yang harus kami hadapi membuat kami semakin dekat denganmu, semakin bersyukur atas nikmat darimu, semakin ridho dengan ketentuan apapun darimu. semakin indah dengan kesabaran dan semakin gigih berjuang dijalanmu.

Rabb andai suatu saat malaikat maut menjemput kami, ijinkanlah saat kematian kami saat terindah dalam hidup ini dengan bekal yang cukup ya alloh.Ya Allah ijinkan kami wafat khusnul khotimah.

allahuma taubatan nasuha….
allahumma hawwin ‘alainaa fisakaraatil mauti wan najaata minannaar, wal’afwa indal hisaab
.

ya allah hanya engkaulah segala-galanya bagi kami, kami hanya sekedar makhlukmu yang tiada arti bagimu tapi engkau adalah segala-galanya bagi kami.

Ya Rabb...kabulkanlah hajat dan do’a kami.


Ulama yang sejati...,

*Murid yang sejati*

Ada kawan yang selalu berusaha berbahasa Arab dalam kesehariannya, ketika ditanya,  kenapa antum  kok selalu berbahasa Arab?

Beliau menjawab: "aku berbahasa arab agar guru2ku dulu yang mengajari aku mendapat pahala karenanya."

Maasyaa-Allah sungguh Jawaban yang langka....

Ada juga teman saya sekelas dulu... Ketika ada seorang syekh yang cara mengajarnya bikin orang malal (bosan), bahkan hampir banyak yang tidak memperhatikan, ada yang ngantuk,  ada yang jelas2 tidur, bahkan ada yang izin keluar tak balik-balik...

Kebetulan tempat duduk saya ada di shof kedua bagian kanan, pada waktu itu jumlah kami satu Qo'ah (kelas) kurang lebih mencapai 90-100 orang,  ketika aku lihat kebelakang maka aku jumpai ada satu teman yang benar2 memperhatikan,  bahkan menulis faedah dari sang guru.

Sungguh pemandangan yang langka di saat hampir semua  mahasiswa tenggelam dalam kantuk dan lamunannya, dia mampu bertahan dan mempertahankan jiwa thalibnya,  bahkan akupun merasa sangat kalah jauh darinya.

Ketika pelajaran usai aku hampiri teman tersebut dan bertanya kepadanya... "masya Allah antum ini.... Kita semua pada bosan,  malas dan pengen agar bel segera berbunyi,  tapi antum kok kuat sekali ya mutaba'ahnya sama syekh? Apa nih rahasianya?"

Beliau menjawab: " sebenarnya saya juga merasa bosan seperti antum" , lalu saya katakan kepadanya: "lho, kok antum bisa kuat?"

Beliau menjawab: " karena insya Allah kita nanti akan  jadi ustaadz, saya tidak ingin perlakuan kita ini terbalaskan oleh murid-murid kita nanti...... "

Masya allah.... Jawaban kawan ini langsung menancap di hati saya.....

Dengannya saya jadi teringat nasehat para ulama'

لا تكون عالما ربانيا قبل أن تكون طالبا  ربانيا

 Engkau  tidak akan menjadi ulama sejati sebelum engkau menjadi murid yang sejati.

Akhukum fillah:
Fadlan Fahamsyah

HIJRAH...kemudian berjuanglah untuk ISTIQOMAH



                Nikmat teragung yang dimiliki seorang makhluk di muka bumi bernama manusia adalah nikmat Hidayah. Hidayah akan menuntun manusia kembali kepada jalan yang lurus. Jalan yang Allah ridloi, bukan jalan yang Allah murkai. Hidayah akan menjadi pembeda antara manusia jahiliah dengan manusia bertaqwa. Seluruh perjalanan hidupnya akan berubah dengan tuntunan al qur’an dan sunnah. Segala target duniawinya akan berkiblat pada orientasi akhirat. Semua aktifitas yang akan dilaluinya selalu meminta persetujuan Allah. Begitulah hidayah. Diberikan kepada orang-orang yang Allah kehendaki untuk hijrah. Agar orang tersebut menjadii baik.
                Satu tahap setelah mamahami betapa berharganya nikmat hidayah, adalah bagaimana agar ‘kesadaran’ yang kita dapatkan ini tetap bersemanyam abadi dalam diri kita. Menjadi Istiqomah. Akan menjadi tantangan dan ujian tersendiri bagi pelaku hijrah. Godaan untuk kembali kepada kejahiliahan masa lalu akan muncul. Godaan untuk ikut tergelincir karena pengaruh sekitar lingkungan kita. Namun begitulah iman. Tidak akan tumbuh jika tidak dipupuk dengan ujian. Sehingga manusia yang memutuskan drirnnya untuk menepuh jalan keimanan, haruslah siap menghadapi ujiann yang Allah sajikan. Seberapa imunitas kita untuk tidak tergoda kemmbali lagi ke masa kelam kita.
                Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan agar tetap istiqomah dalam jalan hijrah kita:
1.       Ta’lim
“...dan barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka Dia akan menjadikannya paham tentang agama”. (HR Ibnu Majjah dan Thabrani)

Dari penggalan hadis tersebut jelas dapat kita ambil hikmah bahwa ketiika seseorang ingin ‘dijadikan’’ baik oleh Allah, maka ia harus mendalami ilmu agama. Karena Agamalah yang akan menjadi jalan penyelamatnya dari fitnah dan ujian dunia yang fana ini. Seseorang harus mengalokasikan waktu dari 24 jam yang diiliknya, dengan waktu untuk tholabul ilmy atau belajar ilmu agama. Mempelajari ilmu agama lebih dari sekedar kebutuhan, tapi menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang ingin menjadi pribadi yang lebih bertakwa kepada Allah Swt.
2.       Berkumpullah dengan orang soleh
Seeokor anak domba yang sendirian, jauh dari kawanannya akan lebih terancam diterkam serigala. Menjadi baik namun seorang diri, tanpa ada dukungan lingkungan sekitar, atau teman-teman yang saling mengingatkan...rasanya akan sangat susah sekali. Syetan akan lebih mudah dalam meggoda dan menjerumuskan  manusia yang sedang sendirian.

Siapa teman yang kita kumpuli, akan sangat menentukan keisitiiqomahan kita dalam menepuh jalan hijra. Maka  carilah teman yang soleh. Rajin iibadahnya santun akhlaknya. Pintar akan agama. Maka teman inilah yang akan menemani kita di dunia hingga ke surga.
3.       Sibukkan diri dengan ibadah
Seseorang yang tidak disibukkan dengan amal kebaikan, ia akan ddisibukkan dengan amal keburukan.  Sunnatullahnya begitu. Maka beruntunglah bagi kita yang kelelahannya adalah karena padatnya agenda kebaikan yang dilalukan. Banyanya ibadah yang diijalani. Bahkan Rasululllah pernah berpesan, bahwa cara kematiaan seseorang itu sesuai dengan hal apa yang meyibukkannya ketika hidup. Waspadalah...berhati-hatilah...

Buat target dan perecanaan amalan yaumiyah ibadah. Jangan biarkan mengalir tanpa arah. Tapi tegaslah dalam perencanaan dan target. Karena itulah yang akan melidungi  kita dari kelengahan, kekhilafan, dan kefuturan.

Wallahu ‘alam bi showab
 Abu Arsya

ABI... UMI… ENGKAULAH PENDIDIK HEBAT UNTUK ANAKMU.



Al Ghazali Rahimahullah berkata; “… Ketahulilah, sesungguhnya metode pendidikan anak merupakan sesuatu yang paling penting dan wajib. Anak adalah amanah bagi orang tuanya. Hatinya suci merupakan permata yang paling berharga bagi orang tuanya. Bila dibiasakan dan diajarkan kebaikan, maka ia akan tumbuh di atasnya, dan akan berbahagia di dunia dan di akhirat. Sebaliknya bila dibiasakan dengan kejelekan dan dibiarkan seperti binatang maka ia akan sengsara dan binasa.”

Abi, umi yang sholih/sholihah, saat ini dunia menanti karya besar anak-anak muslim hebat. Kehebatannya bahkan sudah disiapkan sejak sebelum buah hati lahir. Tangan dingin abi umi yang hebat dan tulus mendidiknyalah yang akan hadirkan generasi tersebut. Lantas, Bagaimana tip sringannya…?

Mari kita simak tips-tipsnya.
1.     Selalu minta pertolongan kepada Allah SWT dan sabar. “ Wahai anakku, abi umi melalukan ini agar engkau menjadi anak sholih.”
2.    Selagi masih janin / menyusui, perbanyak dibacakan (ditalkin) Al Qur’an. Ada kisah di Mesir, seorang ibu hamil gemar sekali membaca surat Al Mu’minun dimasa kehamilannya. Di ketika melahirkan, ibu ini meninggal. Anaknya di asuh oleh saudara ibunya. Mengejutkan ketika dua tahun kemudian anak tersebut sudah hafal surat Al Mu’minun. Abi, umi… ayo, belum terlambat kok.
3.    Metode terbaik adalah Talkin (mendikte) bacaan Al Qur’an selagi anak belum bias membaca. Jangan pasrahkan bacaan tersebut hanya lewat speaker.
4.    Jauhkan keluarga dari yang melenakan. Jangan mengundang Al Qur’an masuk, tapi nyanyian syaitan juga singgah. Jangan bersemboyan yang penting anak diam. Tapi perhatikan apa yang dilihat anak dan apa yang di dengar anak.
5.    Rukyahlah dia berkala, jauhkan dari godaan setan.
6.    Jauhkan perselisihan keluarga di depan anak. Angkat tinggi kehebatan abi, umi di depan mereka.
7.    Yakinlah bahwa fondasi Al Qur’an akan menghebatkan anak.

Abi, umi harus berani menguatkan tekat bersama bahwa, kalaupun abi uminya sekarang tidak hebat, anaknya tidak boleh sama, bahkan cucunya lebih hebat dari anaknya. Dan mudah-mudahan doa kesukuran Umar Bin Abdul Aziz terhadap anaknya Abdul Malik Bin Umar bin Abdul Aziz senantiasa kita ucapkan. “ Segala puji Bagi Allah, yang telah mengeluarkan dari tulang sulbiku, keturunan yang mampu memuliakanku atas agamaku.”

Terbayang oleh kami era keemasan Turki Ustmani yang melahirkan Muhammad Al Fatih, sang Pembuka Konstantinopel dimana masyarakatnya waktu itu usia 6 tahun sudah hafal Al Qur’an, 7 th sudah faham tafsir, ilmu nahwu shorofdan 10 th punya karya besar. Dan itu menjadi hal biasa di masa itu.

Abi umi, anak kita kah itu… cucu kitakah itu..? “Yaa Allah, bimbinglah keluarga-keluarga yang hendak melahirkan kembali generasi emas muslim di ketika sebelum baligh.” Wallahuahua’lam.




KH Zulfa Hakim, S.Hi., Al Hafidz
Pengasuh Pesantren Rijalul Qur'an