BUKAN DEMI PIALA

Sungguh murah nilai perjuangan dan belajar santri jika dinilai dengan angka dan piala. Karena buah dari pendidikan akan ilmu, tak selalu nampak dengan gemerlap penghargaan dan pujian... Dia muncul dalam selipan adab saat bertutur dengan ayah ibundanya. Dia juga sering nampak dalam amal manfaatnya untuk sekitar... Namun... kami TETAP ikut kan para santri untuk berangkat lomba MTQ. Sebagai pemacu semangat mereka bahwa prestasi kebaikan itu juga perlu diperjuangkan. Dan hasilnya juga perlu disyiarkan. Agar yang menghiasi isu dan berita disekitar kita,juga kebaikan dan kebaikan... Alhamdulillah...hari ini kami dapat kabar gembira, bahwa para santri mendapat banyak kemer di MTQ tingkat Kecamatan Gunungpati,dan akan maju ke tingkat kota semarang... Hasil lomba MTQ tingkat kec. Gunungpati RQ putri Tartil SMP juara 1 khoirunnisa Tartil SMA juara 3 Dwi Febianti Tahfidz 1 juz SMP juara 2 Fathima Tahfidz 1 juz SMP juara 3 Zakiya Ifatun N. Tahfidz 1 juz umum juara 1 Fitria Yasmin Aqila Tahfidz 1 juz umum juara 2 Fithrah Hanin S. Tahfidz 1Juz umum juara 3 Khomisah Aulia Fitria Tahfidz 5 juz SMA juara 1 Suci Mulyati Tahfidz 5 juz SMA juara 2 Lutfia Fajri Nadzifa Tahfidz 5 juz umum juara 1 Nurista Ayu K. Tahfidz 10 juz umum juara 1 Salwa Tahfidz 10 juz umum juara 2 Nasmah Muthi'ah Havy Tahfidz 20 juz umum juara 1 Wulan Agustin Ningsih Tahfidz 30 juz umum juara 1 Yuaniata Velysia Syafa A. Hasil lomba MTQ RQ putra Tartil SD juara 1 Arjun Tartil SMP juara 2 Ammar Tartil SMA juara 1 Hanif Tilawah SMP juara 3 Hanan Tahfidz 1 juz SMP juara 1 Nabil Tahfidz 1 juz SMP juara 3 Malik Tahfidz 1 juz umum juara 1 Rosyid Tahfidz 1 juz umum juara 2 Hammam Tahfidz 5 juz SMA juara 1 Syafiq Tahfidz 5 juz umum juara 2 Adi Tahfidz 5 juz umum juara 3 Farid Tahfidz 10 juz umum juara 1 Habibi Tahfidz 20 juz umum juara 1 Athif Tahfidz 30 juz umum juara 2 Izzudin Tahfidz 30 juz umum juara 3 Ulin #kidsjamannow👌 #santrijamannow #MTQ2018

Inspiratif, Tua renta umur 75 tahun giat menghafal al Qur'an

Sebelum Maut Menjemput… FEBRUARI 28, 2018 Bismillaah.. Hari ini, sepulang kuliah, hati saya berdebar tak karuan, perasaan saya campur aduk, mata saya ingin menangis tapi entahlah, udara yang terlalu dingin dan kerumunan orang ramai di sini melarang air mata saya untuk keluar. Guru saya, hari ini menyampaikan sebuah hadits, yang sebenarnya sudah sering saya dengar, terngiang ngiang di telinga saya, bahkan sampai ke tahap saya sudah hafal hadits tersebut hanya karena sering mendengarnya, bukan karena saya hafalkan dengan sengaja. Hadits itu adalah perkataan kekasih saya yg tercinta; Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam : ‎يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah (bacalah) sebagaimana engkau di dunia mentartilnya (membacanya) ! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” Sumber: https://almanhaj.or.id/4540-derajat-hadits-keutamaan-menghafal-alqurn.html Tetapi, alasan hati saya terenyuh setelah mendengar hadits ini, adalah cerita yang disampaikan oleh guru saya, terjadi pada dirinya sendiri… Pada suatu hari, beliau menyampaikan sebuah kajian di sebuah tempat di Kota Madinah, kemudian beliau menyebutkan hadits ini, menjelaskan kepada para jemaah dengan gaya bicaranya yang sangat saya sukai, menyentuh, dari hati ke hati, membara, dan banyak lagi yang tak bisa saya ungkapkan di sini. Saya yakin, saat itu, para jemaah tersentuh hatinya sebagaimana biasanya beliau menyentuh hati saya dan teman teman dengan kalimat2 indahnya, menghidupkan jiwa yang mati di dalam diri kami, menyulutkan semangat belajar ketika datang kemalasan dan rasa kantuk. Setelah kajian selesai, datang seorang ibu tua kepada beliau. Tua, renta. Umurnya kisaran 75 tahun. Bayangkan sekarang juga, ibu2 tua berumur 75 tahun. Bayangkan bagaimana lemah tubuhnya, keriput mukanya dan getaran tangan juga kakinya. Beliau datang, dengan hati yang tulus, semangat yang menggebu berkata kepada guru saya
” Wahai anakku, aku, ingin berada di tingkat yang tertinggi di surga itu, aku ingin bisa berada di sana, tapi, aku tidak bisa membaca alquran sama sekali” Saudara saudariku yang kucintai karena Allah.. Sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya ingin saudara saudari para pembaca semua bertanya kepada diri sendiri, bertanya berapa umurku saat ini lalu tanyakan lagi, apa ada di dalam diriku semangat menghafal alquran dan semangat mencapai surga tertinggi seperti yang dimiliki si ibu tua? Tanyakan dan simpan jawabannya. Kemudian guru saya, bergegas pergi ke kantor beliau, mengambil sebuah tas yang isinya paket lengkap kaset murottal Syekh Al Minsyawi hafizhohullahu ta’ala (saat itu belum ada/belum tersebar alquran2 digital seperti sekarang), guru saya berikan kepada ibu tua itu, agar ibu tua itu bisa menghafal dengan kaset2 itu, karena beliau sama sekali tak bisa membaca alquran. Ibu itu pulang, tentu dengan kebahagiaan yang teramat sangat, yang hanya dirasakan oleh orang orang yang bersih hatinya, yang merindu akan surga dan Robb nya ‘azza wa jalla, mulailah dari saat itu sang ibu tua menghafal, mendengarkan kaset pemberian guru saya setiap hari, menghafalkan 1 HALAMAN setiap harinya, menyetorkan nya kepada guru saya, kemudian duduk menghabiskan waktunya mengulang ulang hafalan di sisi guru saya Yang terlewat saya sampaikan di awal adalah bahwa sang ibu tua sudah tinggal sendirian di rumahnya, karena anak2 nya sudah membangun bahtera mereka masing -masing. Sebelumnya, beliau hampir setiap hari menelpon anak-anaknya, menanyakan kabar mereka, meminta mereka mengunjunginya, menyampaikan bahwa beliau merindukan mereka dan sebagainya sampai hari hari dimana beliau mulai menghafalkan alquran, beliau melarang anak-anaknya untuk mengunjunginya kecuali di Hari Kamis dan Jumat, karena beliau tak mau waktunya banyak terbuang sebelum ajal menjemputnya. Karena dia punya tujuan, SURGA TERTINGGI. Lihatlah bagaimana alquran memalingkan kita dari dunia. Akan hilang sedikit demi sedikit kecintaan akan dunia bersama banyaknya ayat yang kita hafalkan. Sampai datang masanya kita memandang dunia dengan penuh kehinaan karena apa yang tersimpan di dalam dada jauh lebih mulia dibanding gemerlapnya dunia. Singkat cerita, karena kesungguhan sang ibu tua dalam menghafal alquran, beliau dapat menyelesaikan hafalannya dalam waktu 2 tahun saja. Istiqomah dalam menghafal setiap harinya, mengulang hafalannya, melihat dan merevisi terus menerus niat beliau dalam menggapai surga, membuat Allah memudahkan beliau untuk menyelesaikan hafalannya. Bacaan beliau, jangan ditanya, mutqin, bersih dari kesalahan2, tidak kalah dari orang yang bisa membaca alquran dengan lancar. Sebelum saya lanjutkan lagi, ingat2 lagi berapa umur ibu tua ini, dan kurangkan dengan umur anda. Setelah dapat selisihnya, bila tak timbul rasa malu, sepertinya ada yang perlu ditanyakan tentang hati anda. Guru saya begitu terharu, sampai akhirnya meminta sang ibu berbicara di depan khalayak ramai bagaimana dia bisa menghafal alquran dalam waktu dua tahun saja, sang ibu berkata “Wahai anakku, sungguh aku tidak mau berbicara di depan khalayak ramai kemudian dikatan seorang hafizhoh alquran dan dipuji puji oleh manusia. Bukankah aku sudah katakan dari awal, seperti katamu wahai anakku, bahwa aku hanya ingin naik dan naik nanti di hari kiamat ke surga yang tertinggi” Guru saya terus membujuk beliau, menyampaikan berbagai alasan, bahwasanya beliau ingin org lain pun melakukan hal yang sama seperti halnya si ibu, membagikan semangat beliau yang begitu segar di umur beliau yang telah hampir layu, guru saya ingin orang orang mengambil pelajaran, dari si ibu. Dan akhirnya, dengan izin Allah, si ibu menyetujuinya, kemudian ditentukanlah tempat dan tanggal pertemuan tersebut.. Pada hari yang ditentukan, setelah guru saya memberikan sedikit muqoddimah dan nasehat, dengan perasaan gembira dan rindu yang mendalam, guru saya memanggil nama si ibu tua, dengan penuh harapan bahwa kebaikan yang banyak akan mengalir di kota madinah, akan tumbuh penghafal penghafal alquran dari kalangan muda dan tua, karena saya yakin siapapun yang melihat ibu tua ini akan tersulut semangatnya untuk menghafal alquran, saya sangat yakin. Namun apa yang terjadi tak seperti yang diperkirakan, karena Allah yang Maha Mengatur lagi Maha Mengetahui, manusia berencana, namun keputusan ada di tangan – Nya.. Berdirilah seorang anak gadis, remaja, umurnya sekitar 15 tahun, padahal yang diharapkan berdiri adalah ibu tua berumur 75 tahun..dia berkata, di depan para jemaah “Wahai ustadzah…sesungguhnya nenekku, telah meninggal, dua hari yang lalu” Allahu Akbar Semua terdiam, guru saya, para jemaah, dan tentunya kami semua, yang mendengar cerita itu hari ini, ada yang tertunduk, ada yang sudah menangis tersedu sedu, ada yang termenung, ada yang sibuk mencari tissue di tasnya, adapun saya, tak henti hentinya mengucap kalimat takjub, tangan saya dingin, hati saya menangis dan teriris, bukan karena sang ibu sudah meninggal dunia, atau karena sang ibu tak jadi berbicara di depan orang ramai, bukan sama sekali, yang membuat saya begitu sedih dan terharu, adalah bagaimana Allah menginginkan kebaikan untuk beliau di sisa sisa hidupnya. Bagaimana Allah mengantarkan beliau untuk mendatangi majelis guru saya di hari itu, bagaimana Allah menggerakkan hati beliau untuk bisa menghafal alquran. Bagaimana Allah membuat beliau istiqomah. Bagaimana Allah timbulkan kecintaan beliau kepada Al-quran..Itu membuat saya berpikir, Bagaimana dengan saya? Apakah Allah menginginkan kebaikan untuk saya? Ada di mana saya nanti di hari kiamat? Saudara saudariku yang kucintai karena Allah Percayalah, selalu ada jalan menuju kebaikan Selalu ada jalan menuju surga Allah Tidak ada tempat ketiga di surga, bila kita tak bisa menggapai surga-Nya maka sudah jelas kita akan berada di mana, wal ‘iyaadzu billah Selalu ada jalan apabila kita mau berjuang Tak ada yang tak mungkin Umur dan kesibukan bukan penghalang untuk menghafal Al-Quran Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, diutus ketika beliau berumur 40 tahun, dari situ wahyu turun dan beliau mulai menghafalnya, begitu pula para sahabat, menghafal alquran di umur mereka yang telah senja Tak ada kenikmatan lain selain ketika Allah memilih kita sebagai keluarga dan orang-orang terdekat-Nya. Siapa keluarga Allah? Merekalah orang- orang yang berjalan di atas bumi dan Al-Quran tersimpan di dalam dada mereka. Mulailah Kita tak tau kapan nafas kita akan habis, jantung kita berhenti berdetak, bisa jadi satu tahun lagi, satu bulan lagi, satu minggu lagi, satu hari lagi, atau bahkan tepat setelah kita membaca tulisan ini…. Mari bangun dari tidur yang panjang ini, saudara saudariku yang kurindukan karena Allah.. Semoga Allah mengumpulkan kita di SURGA yang TERTINGGI, dengan suara aliran sungai dan udara sejuk serta pepohonan hijau, berkumpul dan tertawa bahagia, bersama. Uhibbukum Fillah…. Madinah Al-Munawwarah, 12 Jumadil Akhir 1439 h

Cinta keluarga, ajak rame rame nyari bekal buat ke surga

Dua hari ini (24-25/2) pesantren Rijalul Qur'an Semarang mengadakan agenda 'Camp Tahfidz' angkatan pertama. Agenda ini adalah jawaban dari banyaknya pertanyaan masyarakat yang ingin ikut menghafal al qur'an namun belum bisa mondok. Alhamdulillah, rijalul qur'an berhasil menyelenggarakannya...
Hampir 100 peserta berdatangan dari berbagai daerah di kota semarang dan sekitarnya. Segala usia bersemangat untuk menghafal al Qur'an. Termasuk, ada salah satu keluarga yang menghadirkan seluruh anggota keluarganya, mulai dari istri, anak, menantu, bahkan teman sekantornya pun diajak. Meski agak kesusahan untuk menghafal juz 30, kita patut iri pada semangat dari bapak2 yang usianya sudah kepala 6 ini. Camp Tahfidz ini dilaksanakan setiap akhir pekan ditiap bulannya. Insyaallah, perserta yg istiqomah dan tuntas hapalannya akan diwisuda bersama saat wisuda santri Rijalul Qur'an di bulan ramadhan besok. Mohon do'anya, agar rijalul qur'an, dapat berkhidmat untuk umat... _______________________________ Hendak turut berpartisipasi dalam peluang amal sedekah untuk pembibitan dan pembinaan generasi penghafal Al qur'an??? Bisa disalurkan melalui rekening sedekah Bank Syariah Mandiri 7116767672 atas nama rijalul qur'an sedekah Konfirmasi ke nomer 085727484543 Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Aamiin...

TERLAMBAT NGAJI

TIDAK ada kata terlambat untuk berbenah memperbaiki diri, termasuk belajar membaca dan menghafal al qur'an. Selama nafas dan denyut nadi masih menyertai jasad ini, maka 'ladang' untuk menuntut ilmu terbuka luas. Itulah semangat Bu maya dan bu husniah, yang beberapa bulan lalu memberanikan diri untuk datang ke pondok rijalul qur'an. 'Saya pengen belajar baca al qur'an boleh?' Tutur bu maya yang keriput di wajah nya menunjukkan usia tak lagi muda. Meski ustadzah yang mengajar usianya jauh lebih muda dari mereka berdua, mereka tetap semangat untuk hadir tiap hari di pondok. Tiap pagi, tepatnya waktu dhuha, suara lantang ibu-ibu solehah ini mengiringi dengungan hafalan santri putri rijalul qur'an. Meskipun baru belajar membaca surat surat pendek juz 30, mereka tidak malu dan tetap semangat. Terbata-bata pun tak masalah... “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim). Alhamdulillah... Rijalul Qur'an bisa berkhidmat untuk umat beragam usia. Mohon doa agar kami istiqomah... #ayolebihbaiklagi #hijrahyuk #pemudahijrah #taubat #taubaters #ngaji

Selamatkan anak anak karimunjawa

*Siapa pernah liburan ke Karimunjawa?* Menyenangkan yak, pulaunya asik sunsetnya keren gilak, sampe banyak bule main ke situ. Dilatar belakangi dari kehidupan di Karimun yg makin "modern", munculnya club2 dan makin banyak turis2 dg budaya (positif dan negatifnya) yg secara pasif ikut juga, kita mau coba sedikit usaha kasih bekal sama adek2 di sana buat belajar, menghafal, dan memahami AlQuran sebagai bekel jalan mreka dengan cara *memBANGUN PESANTREN DI KARIMUNJAWA* Info lengkap bisa simak 👇👇👇 Nuhun.

Hafal Qur'an tanpa mondok

Menjawab banyaknya pertanyaan masyarakat yang ingin menghafal al qur'an tapi tidak bisa mondok, *rijalul qur'an* membuka program *CAMP TAHFIDZ* angkatan 1. Apa istimewanya??? » hadir *sebulan sekali* selama 4 pertemuan » target *hafal 4 juz* al Qur'an » belajar *tahsin Tholiq Satibiyah* » belajar *Tahfidz metode Ritme* » *wisuda akbar bersama santri rijalul qur'an* di bulan ramadhan Informasi pendaftaran : *085800792728* *HTM 500K* Terbatas untuk 50 peserta... "Weekend keren dengan hafalan al qur'an" "Liburannya ulama adalah mencari ilmu" Ayo gabung... bersama kita syiarkan al qur'an. Ajak keluarga, kerabat, dan tetangga...

Pensiunan lawyer ini, Alirkan pahala dengan wakaf

Jumat barokah (2/2) kami berkesempatan untuk silaturahim ke rumah pak joko, pensiunan lawyer di desa polaman, mijen, semarang. Pandangan kami tertuju pada hamparan sawah yg luas, serta aneka ragam ternak yang beliau pelihara. Ditambah aneka tanaman buah yang sudah berbuah, seperti ; durian, jeruk, salak, pepaya, jambu, dan lain sebagainya. Kedatangan kami kali ini bermaksud untuk menindak lanjuti ikhtiar baik beliau untuk mewakafkan sebidang tanah nya ke rijalul qur'an. Tanah seluas 1889 m2 itu, hendak ia wakafkan untuk dibangun pesantren Tahfidz sekaligus tempat ibadah. Semangatnya adalah agar di hari tua beliau, atau bahkan kelak saat beliau meninggal, masih mendapat aliran pahala dari wakaf yang telah ia berikan. Semoga barokah pak joko. Semoga menjadi amal jariyah untuk bapak dan keluarga... #lawyer #pengacara #wakaf #wakaftanah #sedekah #jumat #jumatan #jumatbarokah #pesantrenku #pesantrensemarang #tahfidzquran #tahfidzcamp #yatim #yatimdhuafa #semarang

Santri Rijalul Qur'an di harlah NU

Kemarin sore (31/1), santri rijalul qur'an memenuhi undangan peringatan harlah NU yang ke 92. Berbarengan dengan pelaksanaan sholat gerhana bulan. . . Alhamdulillah santri sangat antusias. Selain menjadi alternatif 'refresing' bagi mereka dari rutinitas hafalan, agenda ini juga bisa menambah wawasan mereka seputar gerhana bulan, termasuk sunnah sunnah nya. "Alhamdulillah, ketemu banyak santri dari pondok lain. Nambah saudara seiman seperjuangan" kata ihsan, salah satu santri senior rijalul qur'an

Keutamaan Wakaf dan Ekonomi Ummat

Oleh Ust. Budi Ashari, Lc. Pemahaman kita di Indonesia tentang wakaf masih jauh di bawah dibandingkan dengan zakat. Padahal zakat itu nilainya kecil, hanya 2,5%, 5%, 10%, paling banyak 20%. Di dunia luar yang lebih dikenal adalah WAKAF, ada kementerian wakaf tetapi tidak ada kementerian zakat. Alhamdulillah saat ini wakaf sudah mulai marak di Indonesia meski terlambat karena kita kurang ilmu (ekonomi) tentang wakaf. Wakaf itu ukurannya bukan nishab, tapi APA YANG KITA CINTAI. Rasulullah bersabda, "..tidaklah mereka mampu kecuali karena wakaf". Para sahabat mewakafkan harta-harta terbaiknya untuk Islam, bukan sekedar membayar zakat. Wakaf tidak bisa diberikan, dijual, atau diwariskan. Wakaf yang paling jelas dari Rasulullah adalah Masjid Nabawi. Pada kisah Rasulullah dalam mencari lokasi pasar, pasar wakaf yang dibangun Rasulullah berdampak pada "kekalahan" pasar Yahudi. Dan pasar wakaf itu menjadi milik Allah, bukan milik siapa pun lagi. Kekuatan ekonomi masa Rasulullah dan para sahabat adalah dari wakaf. Mereka ingin pahala terbaik, yang selalu mengalir hingga hari akhirat kelak. Contohnya adalah sumur Utsman bin Affan di Juruf, Madinah. Sampai sekarang setelah 15 abad, pahalanya terus mengalir. Ditambah lagi sabda Rasulullah "sadaqah terbaik adalah air". Dalam sirah nabawiyah, Rasulullah 'melelang' sumur itu, tapi pengusaha muslim sekelas Utsman berpikir caranya? Utsman membeli 'separo' sumur pada satu hari, si Yahudi pemilik sumur mendapat jatah sehari yang lain. Utsman menggratiskan pada jatahnya dan penduduk memilih hari-hari itu mengambil air. Akhirnya, tak tahan dengan tidak ada pemasukan, sumur itu dijual kepada Utsman dengan harga total 30.000 dirham. Jadilah wakaf Utsman berupa sumur menjadi pahala tiada henti. Sekaligus jaminan Rasulullah untuk Utsman masuk surga. Wakaf dihapus di zaman kompeni. Konsep-konsep Islam tenggelam karena penjajahan Belanda. Maka kini saatnya membangkitkan ekonomi Islam MULAI DARI WAKAF, dari melepaskan harta-harta yang dicintai. Tentu ini sangat berbeda dengan konsep pajak. Berbeda dengan membayar pajak yang biasanya diikuti wajah cemberut, namun membayar wakaf dan zakat pasti diikuti kegembiraan. Masya Allah hebatnya kekuatan ekonomi Islam. Konsep-konsep perlu kembali dipelajari mendalam dan dipraktekkan. Contoh-contoh modern sudah ada. Ada wakaf rumah sakit, madrasah, kuttab, pasar dan lain-lain. Yang menarik adalah akad wakaf. Gabungan antara detil dan doa. Akad itu seperti buku tebal, detil, boleh apapun isinya, asal tidak melanggar syariah. Misalnya tentang siapa yang boleh mengelola, dari mana sumber energi yang dipakai, dan lain-lain. Subhanallah, akad itu juga berisi doa untuk pemberi wakaf, keluarga dan keturunannya. Tentu tentang berbagai kebaikan untuk mereka. Saat ini banyak lembaga-lembaga pendidikan di negara-negara Islam dan non Islam yang menggunakan konsep wakaf. Bagaimana di Indonesia? Siapkah kita menjadi pelaku wakaf? Yang darinya kita boleh mengatur untuk apa harta yang kita wakafkan serta mendapatkan doa-doa kebaikan pada akadnya, lalu pahala mengalir terus darinya. Penyempurnaan dari yang sekarang sudah ada, misalnya pada pengelolaan lembaga pendidikan. Donasi tetap masih diperlukan, tapi perlu dicatat bahwa donasi itu fluktuatif. Maka solusinya adalah wakaf sebagai sumber 'donasi'. Wakaf untuk fuqaha, supaya mereka fokus pada belajar, berbagi ilmu, melakukan riset, menulis kitab dan hasil-hasil kajiannya, dengan semua fasilitas dipenuhi, termasuk tempat tinggal, makanan, buku-buku dan lain-lain. Ada kasus seorang orang tua memiliki sebidang tanah. Beliau khawatir jika dijual akan berakibat perpecahan. Maka solusinya adalah dengan wakaf, lebih tepatnya wakaf produktif. Tanah tidak boleh dijual dan diwariskan, tetapi dibuat usaha. Keuntungannya untuk para pemilik dan pewaris. Wakaf tidak hanya untuk manusia, tetapi bisa untuk binatang. Contoh, kuda-kuda jihad akan menua dan tidak sanggup dibawa berperang. Mereka dirawat negara dengan dana wakaf. Masya Allah, luar biasa agama ini..! Inilah bagian dari peradaban mulia yang kita bisa turut serta di dalamnya. Contoh lain, seorang muslim bisa selama hidupnya praktis tidak pernah mengeluarkan sepeser pun. Lahir di rumah sakit, rumah sakit gratis karena wakaf. Makan gratis karena semua yang dimakan adalah wakaf. Sekolah gratis karena gedungnya wakaf, SPPnya gratis karena biaya operasionalnya sudah ditutup wakaf. Bahkan ketika wafat, kain kafan dan tanahnya sudah tersedia dari wakaf. Subhanallah, Allah telah turunkan aturan hidup yang memudahkan kita. Bismillah, optimis peradaban Islam akan bangkit, dengan masyarakat yang makmur dalam masyarakat berkeadilan. Wallahua'lam bishawwab. * Resume materi kajian di Aula Linda Jaya Travel Surabaya, 4 Maret 2017 Rijalul Qur'an membuka kesempatan, bagi masyarakat/ dermawan yang hendak ikut andil dalam program wakaf pengadaan sumur pesantren.info lebih lanjut dapat menghubungi: ust arif, 085727484543

Undangan reuni di surga

Oleh: Usth. Yanti Tanjung Reuni seringkali momentnya indah berkumpul dengan teman, sahabat lama setelah beberapa tahun lamanya terpisah oleh ruang dan waktu. Pertemuan itu seakan mengingatkan kembali kenangan lama, bisa semasa sekolah, semasa pernah bersama dalam agenda tertentu yang tidak pernah terlupakan. Inilah fenomena reuni. Ayah bunda adalah dua sosok yang paling lama bersama ananda dalam satu atap, dalam satu keluarga. Momen-moment indah tentunya pernah dialami sejak ananda lahir ke dunia, kebahagiaan tidak bisa dikata, hadirnya bayi mungil yang menghiasi rumah. Seiring dengan waktu anandapun tumbuh berkembang, tak bisa dibiarkan hidup tanpa sentuhan pengasuhan dan pendidikan yang yang benar agar ananda tetap terjaga dalam fthrah sucinya.
Namun saat anak dan orang tua terpisah oleh ruang,jarak dan waktu seringkali membuat kerinduan yang mendalam dan berharap bisa bertemu kembali saat anak-anak pulang ke rumahnya ke kampung halamannya. Semua ini bisa saja terjadi di dunia dan harapan itu tentu masih ada dan nyata di depan mata. Bagaimana bila ayah bunda dan ananda terpisah oleh jarak dan waktu yang tak bisa dipastikan kapan terjadinya bahkan tak bisa memastikan kemana alamat yang harus dituju setelah perpisahan itu terjadi? Saat seorang ayah pulang keharibaan sang Khaliqnya, begitupun ibu kembali pada genggamanNya dan sang anak juga berhadapan dengan Allah adakah kepastian bisa berkumpul bersama itu bisa diprediksi, apa yang bisa menghubungkan mereka di akhirat nanti? Bisakah reuni ini terjadi ? Yang menghubungkan kita orang tua dengan anak-anak bukanlah harta, bukan pula jabatan yang kita punya pun kehormatan, karena manusia tidak membawanya bersama kematiannya. Namun yang menghubungkan kita dengan anak-anak adalah keimanan, keimanan yang kita ajarkan kepadanya lalu mereka mengikuti keimanan itu dalam hidupnya. Inilah yang membuat amal shalih ayah bunda senantiasa mangalir hingga di regang kematiannya hattal jannah. Maka jangan pernah menyerahkan persoalan keimanan itu pada siapapun karena ini adalah bagian kita orang tua. Jika kita serahkan pada orang lain lantas apa yang menghubungkan kita dengan ananda? Dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata, إن الله ليرفع ذرية المؤمن إليه في درجته و إن كانوا دونه في العمل ، لتقربهم عينه ، ثم قرأ : *( و الذين آمنوا و اتبعتهم ذريتهم بإيمان ) الآية ،ثم قال : و ما نقصنا الآباء بما أعطينا البنين “ “Allah mengangkat derajat anak cucu seorang mukmin setara dengannya, meskipun amal perbuatan anak cucunya di bawahnya, agar kedua orangtuanya tenang dan bahagia. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan” ( AthThuur : 21)  kemudian beliau berkata: dan kami tidak mengurangi dari bapak-bapak mereka apa yang kami berikan kepada anak mereka” Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa anak tersebut diangkat derajatkan setara orang tua mereka agar mereka bisa berkumpul besama dengan anak-cucu mereka di surga kelak, {ألحقنا بهم ذرياتهم} المذكورين في الجنة فيكونون في درجتهم وإن لم يعملوا تكرمة للآباء باجتماع الأولاد إليهم “Maksud dari “Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka” yaitu, anak-cucu mereka kelak di surga, sehingga jadilah anak-cucu mereka sama derajatnya dengan mereka walaupun anak-cucu mereka tidak beramal seperti mereka, sebagai penghormatan terhadap bapak-bapak mereka agar bisa berkumpul dengan anak-cucu mereka (di surga kelak)” Jika yang menghubungkan reuni kita di dunia dengan teman sejawat adalah angkatan saat kita sekolah, maka di akhirat adalah keimanan, ilmu yang kita ajarkan dan amal shaleh yang kita ukir dalam dada mereka. Sungguh kerinduan kita menjalani hidup abadi bersama di surga Firdaus adalah reuni sejati. Reuni kita tidak akan pernah terjadi dengan anak-anak jika kita adalah orang tua durhaka yang mengabaikan peran pendidikan untuk mereka. Atau reuni kita terjadi di tempat yang menyesakkan, menyakitkan dan penuh penderitaan di nerakanya Allah na’udzubillahi mindzalik. Wallaahu a'lam bishshowab

Seleksi Calon Ulama...,

Predikat yang kami sematkan kepada santri sejak mereka masuk adalah 'calon ulama'. Menjadi harapan, doa sekaligus tujuan yang jelas yang menjadi orientasi rijalul qur'an dalam mendidik para santri. Penguatan keimanan, ditambah hafalan al Qur'an, adalah modal utama dalam pengembangan kurikulum di pesantren ini. Alhamdulillah, 10 tahun perjalanan rijalul qur'an, masyarakat selalu mendukung dan mempercayai bahwa langkah yang kami tempuh adalah langkah yang mulia, yang juga menjadi mimpi serta cita-cita mereka... Dua hari ini kami menyeleksi 60 calon santri baru yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Depok, bondowoso, pemalang, lampung, dan beberapa daerah sekitar kota semarang. Mereka yang mengantarkan buah hatinya juga dari berbagai macam profesi,mulai dari guru ngaji, penjual es keliling, pedagang kelontong, buruh perantauan, dan lain sebagainya. Satu hal yang menyatukan hati mereka untuk datang berbondong-bondong ke rijalul qur'an, 'ingin anaknya menjadi ulama dan hafidz al qur'an' Mohon do'anya kami istiqomah dalam mendidik santri...

BANGUN PESANTREN DI KARIMUNJAWA

Sungguh sangat istimewa, pulaunya indah,terumbu karangnya cantik, sunsetnya keren. Menjadi destinasi wisata favorit bagi turis asing yang berasal dari berbagai macam negara.. Wisatawan yang silih berganti, terus berdatangan sehingga memberikan ‘keuntunngan’ bagi masyarakat setempat. Keuntungan yang nampak jelas adalah keuntungan finansial. Mulai dari rumah sederhana yang disulap menjadi villa cantik.perahu nelayan yang biasa dipakai ‘branjang’ teri di laut kini juga menjadi tranportasi paling dicari wisatawan untuk tour laut menyebrangi pulau-pulai di karimunjawa. Lahan kosong yang penuh dengan semak belukar pun dilirik banyak orang untuk di beli, dibangun hotel, ruko, dan sejenisnya.Pengelolaan wisata di karimunjawa sedikit banyak meggeser sumber ekonomi penduduk setempat yang sebelumnya menjadi nelayan di laut. Bahkan disebabkan Banyaknya turis asing di karimunjawa, menuntut penduduk setempat untuk mahir dan fasih berdialek dengan bahasa inggris. Namun, ada dampak negatif yang muncul setelahnya. Banyaknya pendatang yang berkunjung ke karimunjawa, selain menjadi ‘sumber rejeki’ masyarakat, mereka membawa budaya dan pola hidup dari daerahnya masing-masing , yang tidak sepenuhnya relevan atau dibenarkan oleh norma-norma budaya ketimuran atau norma agama. Budaya inilah yang kemudian ditiru oleh ‘anak-anak karimun’.Oleh karena itu, perlu ada program untuk mendidik, membimbing anak-anak karimunjawa perihal agama, adab, dan akhlak mereka. Inilah yang menjada salah satu alasan kuat kami untuk membangun Pesantren Rijalul Qur’an di Kepulauan Karimunjawa. Tanah yang kami bebaskan bertempat di Dusun Alang-alang, Desa Karimunjawa, Kec. Karimunjawa, Kab.Jepara, Jawa Tengah. Tanah seluas 1,2 Hektar inikelak akan menjadi tempat bagi anak-anak karimun untuk belajar agama, membaca dan menghafal al qur’an. Selain itu, kami juga agan menyediakan tempat sebagai sarana alternatif liburan masyarakat luas dengan konsep Wisata Religi, memadukan antara tafakkur keindahan alam karimunjawa sekaligus membina Ruuhani dengan semangat Al Qur’an. harapan kami, dengan didirikannya pesantren rijalul qur'an di karimunjawa, dapat memberikan solusi akan kegelisahan masyarakat karimunjawa tentang generasi penerus yang mulai menjauh dari nilai-nilai religi, karena terlalu terkontaminasi dengan budaya asing yang dibawa wisatawan. mari dukung dan bergabung, Untuk Donasi, silakan ikuti langkah berikut: 1. klik tombol "Donasi Sekarang" 2. Masukkan nilai donasi dan data diri 3. Pilih metode pembayaran dan transfer Jangan lupa bantu sebarkan informasi ini ke saudara, rekan, dan teman-teman Anda. Semoga menjadi amal kebaikan yang pahalanya mengalir terus-menerus. Aamiin Apabila anda memilik pertanyaan, silakan hubungi atau kunjungi kami di: Alamat Pesantren : Jl. Pakintelan 1, RT2 RW4 Kec Gunungpati, Kota Semarang, Contact Person: 085727484543 (Arif Muhibullah) Website/Homepage: rijalulquran.or.id , Fanpage: Sekolah Penghafal Al Qur'an Rijalul Qur'an, Instagram: @rijalulquran Akhir kata, Terima kasih atas do'a dan bantuan dananya, semoga sebuah batu bata atau sebutir pasir yang Anda donasikan, akan menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya karena digunakan untuk para pencari ilmu Islam..Aamiin... Baca sebelumn